Baiklah, ini dia kisah dracin pendek berjudul 'Cinta yang Menolak Dilupakan': **Cinta yang Menolak Dilupakan** Aroma dupa cendana memenuhi kedai teh *Yaoshan*, tempat Lin Yue duduk termenung. Di luar, hujan musim semi membasahi jalanan Kota Kuno Suzhou, membawa aroma tanah basah dan kenangan samar yang menghantuinya. Ia seorang perancang busana muda yang sukses, namun hatinya terasa kosong, seolah mencari sesuatu yang hilang. Setiap kali ia melihat lukisan bunga plum, dadanya berdenyut nyeri yang tak bisa dijelaskan. Suatu malam, ia bermimpi. Mimpi itu membawanya ke istana megah di tengah badai salju. Seorang pria, berpakaian jubah naga berwarna *indigo*, memeluknya erat, berjanji cinta abadi. Namun, janji itu hancur ketika ia melihat pria itu menikam seorang wanita berpakaian putih di depan altar. Wanita itu adalah dirinya. ***DI KEHIDUPAN SEBELUMNYA.*** Lin Yue terbangun dengan napas terengah-engah. Mimpi itu terasa begitu nyata, begitu *menyayat hati*. Sejak saat itu, ingatan-ingatan kecil mulai bermunculan: suara tawa, sentuhan lembut, bau tinta kaligrafi, dan pengkhianatan yang membakar. Ia mulai mencari tahu tentang sejarah dinasti Han, dinasti tempat ia melihat istana megah itu. Ia menemukan nama Kaisar Zhao Yi, seorang penguasa kejam yang dikenal karena kecantikannya yang memikat dan intriknya yang mematikan. Selir kesayangannya, Mei Lan, tewas secara misterius pada malam pernikahannya. Rumor mengatakan, kaisar sendiri yang membunuhnya karena cemburu. *Mei Lan… aku adalah Mei Lan.* Kemarahan dingin membakar hatinya. Bukan kemarahan yang meledak-ledak, melainkan dendam yang terpendam, seperti bara api di bawah abu. Ia tahu, Kaisar Zhao Yi telah bereinkarnasi. Ia yakin akan bertemu dengannya lagi. Benar saja, tak lama kemudian, ia bertemu dengan seorang pengusaha muda bernama Zhao Yu. Ia memiliki pesona yang sama dengan kaisar dalam mimpinya. Matanya, tajam dan penuh perhitungan, menatapnya dengan rasa ingin tahu yang menggelitik. Zhao Yu jatuh cinta pada Lin Yue, dan Lin Yue membalasnya, namun dengan *RENCANA*. Ia menerima lamaran Zhao Yu. Pernikahan mereka menjadi perbincangan hangat di kalangan elit. Pada hari pernikahannya, ia mengenakan gaun pengantin putih yang dirancang sendiri, namun dengan sentuhan *indigo* yang tersembunyi di antara lipatan kain. Ketika Zhao Yu hendak mengucapkan janji suci, Lin Yue menghentikannya. "Sebelum kau mengucapkan janji itu, Zhao Yu," kata Lin Yue dengan suara tenang namun mematikan, "ada sesuatu yang harus kau tahu. Aku tahu siapa kau. Aku tahu apa yang kau lakukan pada Mei Lan." Wajah Zhao Yu pucat pasi. Matanya memancarkan ketakutan dan pengakuan. Ia tidak menyangka Lin Yue akan mengingatnya. Lin Yue tersenyum tipis. Ia membatalkan pernikahan. Ia tidak akan membunuhnya. Ia tidak akan menyakitinya secara fisik. Balas dendamnya lebih halus, lebih *kekal*. Ia menghancurkan *mimpi* Zhao Yu, membuatnya merasakan kehilangan yang sama dengan yang dirasakannya di kehidupan sebelumnya. Lin Yue meninggalkan gereja dengan kepala tegak. Hujan sudah berhenti. Matahari mulai bersinar. Ia merasa *ringan*. Ia telah melepaskan beban masa lalu. Langkah kakinya mantap. Ia tahu, takdir mereka belum selesai ditulis. Ia berbisik lirih ke angin, "Hukumanmu adalah hidup dengan *INGATAN* itu selamanya…"
You Might Also Like: Animals Of Farthing Wood Fan Casting On
Share on Facebook