Baik, ini dia kisah modern dracin berjudul "Janji yang Kubawa ke Neraka": **Janji yang Kubawa ke Neraka** Hujan kota tumpah, seperti air mata yang tak pernah selesai. Di antara gemericiknya, aku masih mencium aroma kopi yang selalu kau pesan – *Americano, tanpa gula, sepahit kenangan*. Notifikasi ponselku berkedip, bukan darimu, tentu saja bukan. Hanya sisa-sisa percakapan kita, *ghosts in the machine*, kata-kata yang tak akan pernah kau baca lagi. Dulu, cinta kita lahir dari notifikasi. Pesan singkat di tengah malam, emoji konyol, tautan lagu yang membuat jantungku berdebar. Kita merajut mimpi di dunia maya, bertukar janji di bawah taburan bintang digital. Kau berjanji akan membawaku ke *Neraka*, katamu, neraka yang hanya berisi tawa dan cerita kita. Sekarang, Neraka itu benar-benar nyata. Neraka bernama kehilangan. Kau menghilang, tanpa jejak. Seperti data yang terhapus permanen dari *cloud*. Aku mencari di setiap sudut kota, di setiap kafe yang pernah kita datangi. Aku bertanya pada teman-temanmu, keluarga mu. *Z E R O*. Yang tersisa hanya sisa *chat* yang tak terkirim. Rangkaian kata yang ku susun di tengah malam, ungkapan rindu yang membakar dada. Aku tidak pernah mengirimkannya. Takut, mungkin. Takut jawaban yang tak ingin kudengar. Misteri ini melilitku seperti rantai. Apa yang terjadi? Kenapa kau pergi? *Apakah aku tidak cukup?* Kemudian, aku menemukan sebuah nama. Terukir samar di antara kontak-kontakmu. "Lily." Sebuah nama yang tak pernah kau sebut. Sebuah foto tersembunyi di galeri ponselmu. Lily, tersenyum padamu, dengan mata yang memancarkan cinta yang *sama* dengan yang pernah kau berikan padaku. **Rahasia itu seperti belati yang menembus jantungku.** Ternyata, Neraka itu bukan tempat yang kau ciptakan bersamaku. Neraka itu adalah KAU, dengan janji palsu dan cinta yang dibagi dua. Aku tidak akan menangis. Aku tidak akan berteriak. Aku tidak akan memohon penjelasan. Aku akan membalas dendam, tapi dengan *lembut*. Aku menulis pesan terakhir. Sebuah pesan yang tak akan pernah kau lupakan. "*Nikmatilah Nerakamu yang baru. Aku tidak akan pernah menjadi bagian dari itu.*" Lalu, aku menghapus semua fotomu. Semua pesanmu. Semua kenangan tentangmu. Semuanya. Aku tersenyum, senyum pahit yang menutupi lautan amarah di dalam hatiku. Aku berdiri di bawah hujan kota, membiarkan air mata bercampur dengan air hujan. Aku mengangkat wajahku ke langit, menarik napas dalam-dalam, dan melepaskanmu. *** Beberapa bulan kemudian, aku mendengar kau mencariku. Kau menyesal. Kau ingin kembali. Kau... *mencintaiku?* Aku hanya tersenyum. Aku melihat bayangan diriku di matamu, sebuah bayangan yang penuh dengan penyesalan dan kehilangan. Aku mengangkat tangan, memberikan isyarat *selamat tinggal*, dan berbalik. Tanpa sepatah kata pun. Aku memilih untuk melanjutkan hidup, membangun Nerakaku sendiri. Neraka yang tanpa kau. Neraka yang penuh dengan kebebasan dan kekuatan. Dan aku tidak pernah menoleh ke belakang. *Kau tahu, beberapa janji memang sebaiknya ditinggalkan di Neraka…*
You Might Also Like: 0895403292432 Jual Skincare Non
Share on Facebook